Pemikiran Kuntowijoyo Islam sebagai Ilmu Epistemologi Strukturalisme Transedental dan Metode Obyektifikasi (Edisi Kedua)
Karya dari Yulianto P Winarno dan Indra Bastian
Diskursus keilmuan Islam kontemporer tidak lagi hanya berurusan dengan “apa” yang dipelajari, tetapi juga “bagaimana” ilmu itu dibangun, dimaknai, dan dijalankan. Pergeseran ini menandai kesadaran baru bahwa ilmu tidak bersifat netral, melainkan senantiasa berakar pada nilai, ideologi, dan orientasi moral tertentu (Nasr, 2012). Dalam konteks inilah, pemikiran Kuntowijoyo hadir sebagai terobosan konseptual yang penting dalam sejarah intelektual Islam modern di Indonesia. Melalui gagasan Islam sebagai Ilmu, Kuntowijoyo mengajukan paradigma yang menjembatani wahyu dengan realitas sosial, sehingga ilmu tidak berhenti sebagai instrumen teknokratis, melainkan berperan sebagai sarana pembebasan dan pemuliaan manusia (Kuntowijoyo, 2004).
Pendekatan Kuntowijoyo berbeda dari proyek Islamization of Knowledge yang dirintis oleh Ismail Raji al-Faruqi (1982) dan Syed Muhammad Naquib al-Attas (1995). Jika al-Faruqi menekankan penyatuan antara wahyu dan akal melalui Islamisasi disiplin modern, dan al-Attas menegaskan pentingnya adab sebagai fondasi epistemologi Islam, maka Kuntowijoyo melangkah lebih jauh dengan membangun struktur epistemik baru yang bersumber dari dalam Islam itu sendiri. Ia menolak sekadar menempelkan label “Islam” pada sains Barat, dan mengusulkan proses pengilmuan Islam (scientification of Islam)—yakni transformasi nilai-nilai normatif Islam menjadi kerangka ilmiah yang dapat dioperasionalkan dalam riset dan kebijakan sosial (Kuntowijoyo, 2005).
Dengan demikian, ilmu dalam pandangan Kuntowijoyo bukan sekadar sarana deskripsi realitas atau justifikasi teologis, tetapi merupakan medium etis-transformatif. Ia memuat tiga dimensi aksiologis yang disebutnya sebagai ilmu sosial profetik: humanisasi (amar ma‘rūf), liberasi (nahy munkar), dan transendensi (īmān billāh). Ketiganya bersumber dari prinsip Al-Qur’an yang menegaskan:
«كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ»
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma‘rūf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Āli ‘Imrān [3]: 110).
Ayat ini menegaskan bahwa ilmu dalam Islam tidak hanya berfungsi untuk memahami realitas, tetapi untuk mengubahnya menuju keadilan dan kemuliaan manusia.
Informasi kover : -
Nama penulis :Yulianto P Winarno dan Indra Bastian
Nama penerbit : CV GAMA PUBLISHING
Jumlah halaman : 224
Ukuran : 18,2 cm x 25,7 cm
ISBN : 978-634-04-9633-8
- Harga : Rp. 200.000,-
- Kategori : BUKU
- Tahun Publish : 2026
- Penerbit : GAMA PUBLISHI
- Keyword Pencarian : Pemikiran Kuntowijoyo Islam,Ilmu Epistemologi Strukturalisme Transedental ,Metode Obyektifikasi
Beli Item
